Monday, April 30, 2012

Dream


(Sebuah cerita tentang arti mimpi untuk semua orang yang pernah bermimpi)

Aku punya mimpi, aku punya mimpi yang sangat tinggi. Sebuah harapan yang sangat ingin aku wujudkan, bukan sekedar mimpi.

Aku yakin kalian semua mempunyai mimpi, sampai suatu ketika keyakinanku itu hilang. “Ada di antara mereka yang bahkan bermimpi pun tidah bisa ..” itu kata temanku.

Ketika itu, adalah hari dimana aku merasa semua mimpi mimpi ku di ambil dan di curi orang. Ketika semua harapanku, keinginanku, imajiku, sudah di miliki dan di wujudkannya. Dan aku? Bagaimana dengan ku? Aku yang merasa mimpi itu milikku. Itu mimpiku.

Nanti kalo aku udah besar, aku ingin menjadi seorang Dokter Gigi dan Fashion Interpreneur. Hal yang sangat aku inginkan.

Dan aku mulai galau, aku curhat, aku bercerita kepada teman ku.

“Aku pernah bercerita tentang mimpiku ke dia. -Aku punya mimpi, aku nanti pengen jadi Dokter Gigi sama butik baju. Nanti di butik ku itu aku jualan aksesoris juga, seru deh kayaknya-. Tapi kenapa sekarang dia yang mendapatkan mimpiku itu? Kenapa ?”

Dia menjawab “Menurutmu siapa yang paling beruntung di Dunia ini ?”

Dan curhat ini semakin panjang.

“Dia”

“Kenapa ?”

“Dia punya segalanya yang aku impikan. Dia hampir perfect. Sepertinya semua, di sekitar dia sudah mendukung. Dia jadi seseorang yang ada di mimpiku, kayak semua yang ada di mimpiku, imajiku, ada semua di dia. Ada apa sama aku? Kenapa aku ga bisa? Apa yang salah dengan ku?”

“Kenapa kamu ga merasa beruntung?”

“Yaa aku belum bisa dapetin mimpiku, dia kayak paket komplit deh. Sampek aku tu hafal tau, aku punya ide dan tiba-tiba dengan sangat kebetulannya dia juga punya ide itu. Salahnya aku selalu ga lebih dulu dari dia, jadi kesannya kalo aku gitu juga di kira aku ikut-ikutan. Padahal aku punya ide itu juga.”

“Kenapa kamu selalu bandingin dirimu dengan dia? Kenapa ga coba bandingin sama anak-anak lain?”

“Karena emang dia aja”

“Pendapatku ya kawan, kamu belum pernah coba untuk lebih bersyukur dengan apa yang kamu miliki saat ini. Allah berikan ini untuk kamu, Allah tidak memberikan apa yang kamu inginkan, tapi Allah memberi apa yang hambanya butuhkan. Cobalah untuk bersyukur, hidup sederhana dikit aja gpp kan J.”

“Astagfirullah. Aku paling ga bisa liat orang yang kurang beruntung, aku trenyuh liatnya, aku ga tega. Tapi anehnya, aku selalu menyalahkan keadaan. Kenapa mereka ga berkecukupan, kenapa mereka harus kayak gitu? Kenapa ga semua orang berkecukupan? Kenapa harus ada orang yang kurang?dan aku selalu benci keadaan itu.”

“Lalu? Apa yang kamu perbuat ke depan? Dengan semua mimpi-mimpi mu? Apa dengan mimpi-mimpi mu itu kamu bisa buat hidup mereka lebih berarti dan berwarna? Apa nanti gunanya kamu jadi Dokter plus pengusaha bila ternyata 40 keluarga disekitarmu harus meninggalkan sholat 5 waktu untuk menyambung hidup mereka? Apa guna semua mimpimu untuk sekitarmu? Apa ?”

“Ya Allah :’( ternyata selama ini egois ku kelewatan tinggi. Selama ini mimpiku cuma untuk aku, keluarga dan kehidupan ku masa depan.”

“Tentang mimpi, aku dan kamu dan mereka semua yang diberi kesempatan buat bermimpi adalah orang yang sangat beruntung, apa lagi kita di beri kesempatan dan harapan buat wujudin semua mimpi-mimpi itu. Tapi gimana dengan mereka yang hanya bisa “mimpi” tanpa bisa melakukan sesuatu untuk mewujudkan mimpinya? Atau malah dengan orang yang untuk bermimpi pun ga mampu? Apa kamu akan kalah, nyerah gitu aja sama orang yang menurutmu “mencuri” semua ide dan mimpimu itu? Apa Cuma segitu aja mimpimu?”

Bermimpi, ternyata mimpi itu tidak egois. Mimpi dan sebuah harapan yang tulus itu adalah ketika kita benar benar iklas mewujudkannya di jalanNya dan iklas berbagi nantinya, mimpi yang bisa berbagi kesenangan untuk semua orang. Mimpi yang bisa membantu mewujudkan mimpi orang lain, yaa mimpi mereka yang kurang beruntung. Mimpi yang dengan tulus iklas berbakti dan mengabdi, bukan mimpi yang hanya bisa memuaskan diri sendiri, tapi juga untuk orang lain.

Mimpiku, aku ingin dengan mimpi yang aku mimpikan ini bisa bermanfaat untuk membantu mimpi mimpi berjuta-juta mimpi di luar sana.

So, buatlah mimpi yang bisa bermanfaat untuk orang banyak dan berjuanglah untuk mewujudkannya. Berhenti mengeluh dan terus berusaha dan berdoa kepadaNya agar semua yang kamu lakukan mendapat ridho dariNya.

Ingatlah, Allah tidak memberikan apa yang hambanya inginkan tapi memeberi apa yang hambanya butuhkan.

Bagaimana dengan mimpi kalian?