Saturday, August 23, 2014

Keyakinan Kita Berbeda

Selamat malam Darmstadt, 

5 Agustus 2014 di Germany.

Aku tak tau harus sedih atau bahagia. Aku tak tau harus tersenyum atau menangis. Aku tak tau apakah ini efek dari majunya teknologi, aku tak tau apakah ini sebuah kemaujuan dalam berfikir atau sebaliknya. Entahlah aku tak tau.

Ini realita, ya ini terjadi.

Kami ngobrol seperti biasa. Tidak ada yang aneh malam itu. Namun dia mulai bercerita tentang bagaimana hubungannya dengan sang kekasih. Bukan, ne ini bukan obrolan biasa rupanya. Ini apa?

"Aku sering menyakan akan hal ini saat aku kecil. Aku terlahir menjadi seorang muslim. Dan anehnya aku tidak pernah bisa untuk memilih agama mana yang aku ingini. Kenapa?"

"Kamu bisa memilih. Tidak ada yang melarang. Saat kamu dewasa kamu bisa memilih sesuai kata hatimu. Ya pastinya akan ada gesekan dari keluarga. Iya memang anak yang terlahir dari keluarga muslim akan menjadi muslim dan anak yang terlahir dari keluarga katolik misalnya dia juga akan menjadi seorang katolik."

Ini apa?
Bagaimana aku harus bersikap. Bagaimana aku harus menanggapi ini? Ini terjadi dan ini live.

Memang sudah lumayan lama kamarnya tak di gunakan lagi untuk shalat, mukenanya di biarkan sendiri di atas almari dan air wudhu sudah amat jarang membasuh wajahnya yang ayu.
Dulu aku sering mengingatkannya. Namun hari berlalu, sudah tidak lagi. Aku juga merasa sungkan dan malu sendiri. Itu kewajiban yang seharusnya tidak perlu lagi untuk di ingatkan. 

Malam itu saat kami bercerita dan bahasan kami sudah terlalu jauh ke dalam. Dan aku tau. Benar ternyata firasatku selama ini.

"Aku memilih untuk menjadi Agnostik. Aku percaya pada kekuatan yang besar yang menciptakan aku. Aku percaya adanya Tuhan. Tapi aku tidak memilih untuk masuk agama yang mana."

Apa yang aku dengar ini seperti cerita di Novel yang pernah aku baca. Agnostik adalah sebuah keyakinan dimana sesorang mempercayai dan meyakini bahwa Tuhan itu ada namun dia tidak memilih memeluk agama tertentu. Beda dengan Atheis.

"Aku sama sepertimu. Aku percaya pada Tuhan. Aku percaya ada sesuatu yang sangat besar. Karena mungkin saja Tuhan bisa ini, ini, atau ini. Aku hanya ingin hidup bahagia. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang baik dan aku akan masuk surga."

"Aku bersyukur, aku sangat bersyukur terlahir dari keluarga Muslim dan aku juga seorang Muslim. Aku sangat bangga dan bahagia dengan hal itu. Karena itu sebuah rezeki yang sangat luar biasa menurutku. Aku sangat bahagia menjalaninya. Aku percaya kepada Allah. Dan semoga aku bisa terus menjadi seorang muslim."

Keyakinan. Ini tidak bisa di paksakan. Ini adalah hak masing-masing Manusia di muka bumi ini. Ini juga urusan diri masing-masing dengan sesuatu yang dia yakini. 

Kita sudah memilih. Kita sudah memutuskan.

Sedih? Iya pasti. Memang aku sangat menyayangkan hal itu, aku sedih saat itu. Aku belum bisa menerima keyataan yang ada di depan ku saat itu. Tapi bagaimanapun juga itu adalah keputusannya dan hidup dia. 
Aku harus bisa menerimanya.

Aku hargai keputusanmu kawan.

Aku berterimakasih kepada Allah yang sangat luarbiasa. Pelajaran hidup, pengalaman ini semua yang telah Dia berikan kepadaku sungguh berharga. Aku jadi tahu dan aku jadi mengerti. 

Selalu ada hikmah dari setiap kejadian :)
Semoga aku dan kita semua bisa belajar dari hal-hal di sekitar kita dan bisa menjadi hamba Allah yang lebih baik. Aamiin

"Ich bin Ich. Du bist du. Und sie ist sie. Ich kann nicht dich aendern. Ich kann auch nicht sie aendern. Das ist unsere eigene Entscheidung. Jede musst akzeptieren und respektieren."


Monday, February 3, 2014

Tertahan


Aku mempunyai sesuatu yang ingin aku ungkapkan. Bukan, bukan cowok. Tidak. Hanya saja aku malu. Aku tidak mempunyai cukup keberanian untuk sekedar menunjukkannya. Aku mempunyai banyak ide, aku ingin menuliskannya, mengekspresikannya, merealisasikannya. Tapi, aku tidak berani. Semoga waktu segera datang.

Aku Nika, Minggu malam di Darmstadt.

 

Sunday, July 14, 2013

Night



 Malam hari.Di kamar Wohnung


Semangat Puasa di Europa ..


Tetaplah bersamaku ..
Jadi teman hidupku ..
Berdua kita hadapi dunia ..
Kau milikku milikmu ..
Kita satukan tuju, bersama arungi derasnya waktu ...


Backsong nya lagu itu. aku suka lagu itu, tenang damai rasanya. 
Hallo semua, apakabar kalian yang di Indonesia? rindu deh, lama ga nulis.
Puasa lancar kan? alhamdulillah aku juga puasa lo disini. 19jam, sekitaran itu lamanya puasa di Jerman. Dari set 3 pagi sampai set 10 malam. Gimana? seru banget suer! 

Indonesia apa kabarnya sekarang, sekitar 6bulan sudah aku ga liat kamu hehe. Kangen sekali lah. Indonesia semangat ya, tunggu aku pulang wkwkwk. Nanti kita semua bantu kamu kok untuk jadi lebih baik. Indonesia Indonesia i miss you. Indonesia puasa gimana disana? Indonesia kamu hebat lo, semua orang bule disini tau kok tentang kejayaan kamu. Ga semua sih, tapi banyak yang tau. Bali, Apa Kabar?, Terimakasih, mereka tau kata-kata itu. Seneng kalo mereka lagi ngomong itu. Indonesia tau ga sih, kamu itu cetar membahana lo di luar negri (syahrini nular sampai jerman), masakanya, adat istiadatnya, kultur, ramahnya, bahasanya, orangnya, wisatanya, semuanyaaaaaaaa ..
Indonesia aku kangen sekali. 

Ramadhan di Indonesia banyak kenangan yang ga bakal terlupakan. Tahun ini luar biasa memang untuk ku, pertama ke eropa, pertama pegang salju, pertama tarawih, pertama puasa ramadhan disini, insyallah pertama juga lebaran disini, ikut pemilu, upacara bendera pertama juga nanti pas 17 Agustus. Dan, pertama juga puasa, tarawih, lebaran, 17 agustusan tanpa keluarga dan teman teman. Sedih rasanya.

Kemarin pertama tarawih di Masjid Indonesia di Berlin, aku berangkat sendiri dari Wohnung, 45 menit naik Sbahn, sendirian. Tarawih pertama aku terharu banget, Ya Allah terimakasih masih di kasih kesempatan umur sampai ramadhan tahun ini, masih bisa ikut tarawih, apalagi di tanah Eropa. Rasanya di hati itu.. aku ga bisa bilang, aku seneng, sedih semua jadi satu. Aku nangis, aku nangis. Ramadhan ku kali ini wow amazing banget.

Selesei salam sholat Isyak, aku lihat sekelilingku mereka teman teman baruku, teman yang berjuang juga disini. Mereka jauh juga dari rumah, mereka mungkin juga merasakan apa yg aku rasa sekarang. Kita senasib seperjuangan sepertinya haha. 

Hatiku terbawa dengan suasana islam yang aku rindukan selama ini, suasana ramadhan yang setiap tahun nya aku temui di Indonesia. Theme ceramah yang bikin aku makin kangen dengan Indonesia. Dan semakin membuatku semangat untuk ngejar mimpiku.

Ramadhan ini, aku lebih merasa tenang. Ramadhan ini, aku berusaha untuk lebih dekat denganNya. Tiap hari aku puter lagu-lagu islam, aku mencoba untuk menghidupkan suasana ramadhan disini, di Wohnungku.

Ramadhan aku ingin selalu bersamamu, ingin selalu merasakan damainya bersamamu. Aku tenang dan aku merasa aman bersamamu. Jangan cepat berlalu dn pergi. Temanilah kami selalu ..

Aku bersyukur ini pengalaman yang ga semua orang bisa dapat. Bisa melewati Ramadhan di Eropa yang kita tahu muslim minoritas disini dengan lama waku puasa yang lumayan juga hahaha. Semangat ya semua, buat aku, kita yang di Jerman, dan buat kalian yang ada di Indonesia. 

Selamat berpuasa semua, semoga menjadi hamba Allah yang lebih baik. Amin


Sunday, April 28, 2013

schönes Wochenende


Heute ist Sonntag.
Und meine Mutter hat mich angerufen.
Ich bin sehr sehr froh.